Indonesia berhenti menggunakan anggaran negara untuk proyek energi bersih

Indonesia berusaha untuk memulai negosiasi mengenai kesepakatan perdagangan di bawah skema bilateral dan regional tahun ini untuk membantu mendongkrak ekspor negara tersebut.

Perekonomian terbesar di Asia Tenggara akan memulai pembicaraan dengan lima mitra, yaitu Peru, Kenya, Mozambik, Afrika Selatan dan Maroko, dan sebuah perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif (CEPA) dengan Gulf Cooperation Council, menurut sebuah pernyataan dari Kementerian Perdagangan. Selain itu, juga akan memulai negosiasi sebuah perjanjian perdagangan bebas (FTA) dengan Kanada, bersama dengan sesama anggota Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Perdagangan, Arlinda Imbang Jaya mengatakan pada hari Kamis bahwa para mitra telah dipilih berdasarkan kepentingan strategis mereka untuk membantu meningkatkan ekspor Indonesia. Kenya, misalnya, bisa menjadi pusat perdagangan Indonesia ke negara-negara Afrika lainnya berkat keanggotaannya di Komunitas Afrika Timur.

"Hal yang sama berlaku untuk Peru. Kita sudah memiliki kesepakatan dengan Cile, jadi kita bisa lebih memperluas pasar kita di Amerika Selatan, "kata Arlinda.

Indonesia memiliki negosiasi perdagangan yang terus berlanjut dengan berbagai mitra, termasuk negara-negara Australia, Iran, Uni Eropa (UE) dan European Free Trade Association (EFTA).

Kesepakatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan ekspor nonmigas.

Kementerian tersebut menargetkan untuk meningkatkan ekspor nonmigas pada tahun 2018 sebesar 5 sampai 7 persen dari perkiraan sebesar US $ 154,8 miliar yang dicapai pada tahun 2017.

Dari Januari sampai November, ekspor nonmigas mencapai 139,68 miliar dolar, naik 16,89 persen dari tahun sebelumnya.
Share: