Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengatakan pemerintah telah berhenti menggunakan anggaran negara untuk membiayai proyek pembangkit listrik berbasis energi terbarukan, menyusul laporan mengenai pembangkit listrik yang rusak di sejumlah daerah.

Pada hari Rabu, konservasi energi menteri dan direktur energi terbarukan Rida Mulyana, mengatakan pengembangan proyek energi bersih akan ditangani oleh perusahaan listrik milik negara PLN.

Kementerian tersebut telah mengalokasikan Rp 3,01 triliun (US $ 224 juta) dari tahun 2011 sampai 2017 untuk membangun pembangkit listrik tenaga bersih. Proyek tersebut telah menyediakan 97.000 rumah tangga dengan listrik di seluruh Indonesia.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengatakan, kerusakan yang terjadi pada 112 pembangkit listrik pemerintah tersebut mencapai Rp 467 miliar.

Rida sebelumnya menyatakan bahwa hanya 68 pembangkit energi terbarukan yang rusak. Dia menjelaskan bahwa 55 proyek senilai Rp 261 miliar, mengalami sedikit kerusakan, sementara 13 lainnya senilai Rp 48,85 miliar, mengalami kerusakan berat.

Rida mengatakan kerusakan berat pada beberapa tanaman disebabkan oleh tanah longsor, banjir atau petir dan pabriknya tidak dapat dioperasikan sepenuhnya.

Dia tidak menjelaskan kondisi tanaman yang mengalami kerusakan ringan.
Share: